Puyol Tak Setuju Ernesto Valverde Disebut Pragmatis

Puyol Tak Setuju Ernesto Valverde Disebut Pragmatis

Legenda Barcelona, Carles Puyol tak setuju dengan anggapan bahwa permainan bekas klubnya dibawah arahan pelatih anyar ernesto Valverde cenderung bertahan. Menurut eks Kapten Raksasa Catalan tersebut, valverde bukanlah sosok manajer yang pragmatis sebagaimana pendapat publik selama ini.

Puyol Tak Setuju Ernesto Valverde Disebut Pragmatis

Seperti diketahui, Ernesto Valverde ditunjuk untuk menjadi manajer utama Barcelona sejak musim panas kemarin, menggantikan Luis Enrique yang enggan memperpanajng kontraknya bersama dengan Raksasa Catalan. Pada awal musim ini, kinerja Valverde di Camp Nou terbilang cukup bagus.

Dia berhasil membawa Barcelona ke puncak klasemen sementara dengan keunggulan enam poin atas Rival terdekat, atletico madrid. Di Samping itu, Valverde juga sukses menjadikan Raksasa Catalan sebagvai satu-satunya tim yang belum tersentuh kekalahan di semua ajang sejauh ini.

Namun, terlepas dari sederet fakta mengesankan tersebut, publik tetap memiliki pandangan bahwa Barcelona dibawah arahan Ernesto Valverde telah meninggalkan Filosofi mereka sebagai tim yang mendominasi lapangan. Banyak yang beranggapan bahwa Barcelona lebih bermain bertahan ketimbang mendominasi laga, namun istilah pragmatis ini tak sependapat dengan pandangan Carles Puyol yang merupakan eks kapten Barcelona.

“Tidak, saya pikir dia mengikuti filosofi yang sama yang selalu dimiliki Barcelona. Bicara soal permainan tiki-taka, Anda membutuhkan pemain-pemain yang sesuai. Anda tahu Xavi [Hernandez] telah pergi, dia merupakan referensi untuk ini, dan tidak ada Xavi lainnya. Sangat sulit menemukan pemain sepertinya.”

“Tetapi gagasan permainan [di Barcelona] saat ini pada dasarnya sama. Mereka ingin menguasai bola, mereka ingin menekan lawan, mengontrol bola. Itu tidak berubah. Namun, memang benar tidak mudah mengganti pemain-pemain penting yang telah pergi.” kata Puyi secara eksklusif kepada Goal Indonesia di Madrid.

Share this post