Penantian Leicester Selama 132 Tahun Akankah Terbayar Musim Ini?

Penantian Leicester Selama 132 Tahun Akankah Terbayar Musim Ini?

Leicester CityLeicester City hanya butuh tiga poin lagi untuk membuat sejarah di Premier League. Jika memang musim ini mereka bisa meraih trofi juara kasta tertinggi sepak bola di Inggris tersebut, maka ini akan menjadi harga yang pantas mereka terima atas penantian panjang selama 132 tahun.

Lahir dengan nama Leicester Fosse, klub ini terbentuk pada tahun 1884 atau 132 tahun yang lalu. Enam tahun setelah berdiri mereka terdaftar di Football Association (FA), lalu empat tahun setelah itu mereka mulai mengikuti kompetisi (Football League), di divisi dua.

Pada musim 1908/1909, Leicester Fosse memulai debutnya ikut serta dlam kompetisi tertinggi sepak bola Inggris (Football League First Division). Namun di akhir musim mereka langsung terdegradasi karena finish di urutan paling belakang dari 20 kontestan.

Pada tahun 1919 klub ini mengganti namanya dari Leicester Fosse menjadi Leicester City Football Club. Entah kebetulan atau tidak, sejak pergantian nama tersebut Leicester City mendulang sejumlah kesuksesan. Bahkan dalam catatatan sejarah sepakbola Inggris, Leicester menjadi bagian satu dari tujuh klub dengan titel juara Divisi Dua terbanyak, yakni tujuh kali.

Selain menjadi juara Divisi Dua sebanyak tujuh kali tersebut — sejak musim 2003/2004 bernama divisi Championship — Leicester City juga pernah tiga kali menjuarai Piala Liga Inggris. Selain itu mereka juga memegang rekor untuk penampilan terbanyak di laga final piala FA, tapi tak satupun berbuah piala.

Namun kini semua itu seperti berbanding terbalik. Terseok-seok di musim lalu dengan bersusah payah untuk keluar dari zona degradasi, musim ini mereka bermain sangat konsisten. Di tangan dingin Claudio Ranieri, Leicester City kini tiinggal selangkah lagi menuju tangga juara Liga Primer Inggris.

Jika mereka menang atas Manchester United di Old Trafford akhir pekan ini, maka penantian selama 132 tahun akan terbayar dan Tottenham yang menjadi pesaing satu-satunya harus rela menyerahkan trofi juara kepada pesaingnya tersebut.

Share this post

Post Comment