Musim ini Bisa Jadi Musim Terakhir Mascherano di Barcelona

Musim ini Bisa Jadi Musim Terakhir Mascherano di Barcelona

Salah seorang pemain veteran Barcelona asal Argentina, Javier Mascherano, mengindikasikan bahwa musim 2017/18 ini kemungkinan besar akan menjadi musim terakhirnya bersama dengan Barcelona. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan eks pemain Liverpool tersebut, sehingga dia berniat untuk pergi pada musim panas nanti.

Musim ini Bisa Jadi Musim Terakhir Mascherano di Barcelona

Javier Mascherano, 33 tahun, merupakan salah satu pemain yang diandalkan Barcelona selama beberapa tahun terakhir ini, namun karena faktor Usia, yang bersangkutan pun mengalami penurunan performa. Karena alasan tersebut, pelatih anyar Barcelona, Ernesto Valverde lebih senang menduetkan Samuel Umtiti dan Gerard Pique sebagai bek tengah tim asuhannya.

Meskipun sudah tergolong uzur, tentu saja Mascherano masih ingin bermain lebih banyak lagi di sisa karirnya sebelum gantung sepatu. Karenanya, sang pemain pun mengindikasikan bahwa musim ini bisa menjadi musim terakhirnya sebagai pemain Barcelona.

“Ya, bisa saja, Anda harus tahu kapan mengakhiri semuanya. Tidak perlu mempertahankan hubungan yang tak bekerja dengan baik.” Demikian ujar eks pemain Liverpool sebagaimana dilansir Sport.

Kendati demikian, pemain yang sebenarnya beroperasi sebagai gelandang tersebut tetap akan menantikan pembicaraan dengan manajemen Barcelona di akhir musim nanti sebelum kemudian mengambil keputusan yang dia rasa tepat.

“Saya akan selalu duduk di akhir musim untuk tahu apa yang mereka inginkan, dan saya akan memberitahu pendapat saya, namun kali ini saya juga bisa mengambil keputusan sendiri,” lanjutnya.

Lantas, kemana Mascherano akan berlabuh jika memang pada akhirnya meninggalkan Barcelona ? Yang bersangkutan masih belum memikirkan hal tersebut.

“Saya tidak tahu dan saya tidak sedang memberikan indikasi apapun. Tidak sama rasanya jika kembali ke River, dengan semua tuntutan tinggi yang ada di sana, atau terus bermain di Eropa atau memenangkan liga di mana standarnya sama sekali tidak sama.” Tutupnya.

Share this post