Mbappe Tak Perhitungkan Messi Dalam Kandidat Ballon d’Or

Mbappe Tak Perhitungkan Messi Dalam Kandidat Ballon d’Or

Winger muda Prancis, Kylian Mbappe rupanya tak memperhitungkan Mega bintang Argentina, Lionel Messi dalam daftar kandidat pemenang Ballon d’Or tahun ini. Baginya, Cristiano Ronaldo adalah sosok yang layak, bahkan Mbappe juga menyertakan namanya dalam daftar tersebut.

Mbappe Tak Perhitungkan Messi Dalam Kandidat Ballon d'Or

Sebagaimana diketahui, Kylian Mbappe belakangan ini jadi sorotan terkait dengan performa gemilangnya bersama dengan Tim nasional Prancis pada ajang piala Dunia 2018 kemarin. Berkat performa gemilang tersebut, Mbappe juga berhasil membawa Prancis menjadi kampiun Piala Dunia di Rusia yang merupakan trofi kedua dalam sejarahnya.

Sementara itu, Trofi Ballon d’Or sendiri sudah didominasi dua pemain dalam satu dekade terakhir, yang tak lain adalah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Kedua pemain masing-masing telah mengoleksi tak kurang dari lima trofi Ballon d’Or. Tahun ini, ada banyak kandidat yang dipercaya jadi penantang kedua pemain tersebut, termasuk diantaraya Kylian Mbappe.

Nah, baru-baru ini pemain berusia 19 tahun tersebut diminta untuk mengutarakan pendapatnya terkait dengan Ballon d’Or. Entah bercanda atau serius, tapi Mbappe menganggap dirinya layak jadi salah satu kandidat pemenang penghargaan tahunan tersebut. Dan yang menarik adalah, Pemain Paris Saint-Germain tidak memperhitungkan nama Lionel Messi dalam daftar tersebut.

Menurut pemain muda terbaik di Piala Dunia 2018 kemarin tersebut, adalah Raphael Varane, Luka Modric, Cristiano Ronaldo dan dirinya adalah kandidat yang layak diperhitungkan.

“Soal para favorit saya akan memilih Cristiano Ronaldo, Luka Modric dan Raphael Varane. Untuk menambah daftar itu saya akan menambah diri saya sendiri,” tutur Mbappe dikutip dari diario as.

Lebih lanjut, Mbappe bicara soal pendapat orang-orang yang menyebut Prancis begitu arogan sebelum turnamen Piala Dunia 2018 kemarin, tapi menurutnya itu adalah sikap percaya diri.

“Anda harus jujur, sudah cukup lama saya memikirkan hal ini. Sejak awal saya percaya diri bahwa kami memiliki segalanya untuk melaju sampai akhir. Saya bahkan mengatakannya sebelum turnamen dimulai dan beberapa orang menilainya sebagai sikap arogan, padahal itu hanya kepercayaan diri, Saya sudah memprogram diri saya untuk juara.” Tandasnya.

Share this post