Kelakuan Messi Masih Dalam Batas Wajar

Kelakuan Messi Masih Dalam Batas Wajar

Bintang utama Timnas Argentina, Lionel Messi kembali jadi sorotan media menyusul kelakuannya dalam pertandingan melawan Nigeria kemarin. Messi terlihat memberikan instruksi kepada pelatih Jorge Sampaoli, yang mana aksinya tersebut dinilai sudah kelewatan, namun tidak bagi Barry ferguson, eks pemain Rangers.

Kelakuan Messi Masih Dalam Batas Wajar

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional Argentina melakoni partai hidup mati melawan Nigeria pada matchdays terakhir Group D Piala Dunia 2018. Pada pertandingan yang akan menentukan nasib Argentina di Rusia tersebut, kapten Lionel Messi awalnya berhasil mencetak gol cepat di menit ke-14, namun disamakan lewat titik putih penalti oleh tim lawan.

Untungnya bagi Timnas Argentina karena Marcos Rojo kemudian berhasil mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir pertandingan yang membawa les Albiceleste melangkah ke babak 16 besar turnamen empat tahunan ini. Namun ada sebuah momen dalam pertandingan tersebut yang memicu pro dan kontra dari berbagai pihak.

Adalah Kapten sekaligus bintang utama Timnas Argentina, Lionel Messi yang terlihat memberikan instruksi kepada pelatih Jorge Sampaoli untuk menurunkan Kun Aguero pada babak kedua pertandingan tersebut. Tak heran jika Messi yang meskipun berperan sebagai kapten dalam pertandingan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Menurut orang-orang, bukan sikap yang bagus bagi sang pemain untuk mengarahkan pelatih mereka, karena harusnya pelatih lah yang memberikan arahan kepada para pemain mereka. Banyak yang menilai bahwa sikap messi itu sudah melewati batas, namun tidak demikian dengan Barry Ferguson yang merupakan mantan pemain Rangers.

Menurutnya itu masih dalam batas wajar, mengingat Messi sendiri tahu cara melihat pertandingan dan justru Ferguson mengaku semakin mengagumi sosok Messi karena hal tersebut.

“Di mata saya, dia melakukan apa yang harus dilakukan untuk memimpin Argentina ke sisi paling ujung dari permainan dunia. Itu bukan ego yang tak terkendali. Itu adalah rasa keputusasaan untuk meraih kesuksesan di kesempatan akhir. Dan saya mungkin semakin mengaguminya sekarang,” tulis Ferguson dalam kolom khusus di Daily Record.

Share this post