Hakim Calciopoli Akui Salah Hibahkan Scudetto kepada Inter

Hakim Calciopoli Akui Salah Hibahkan Scudetto kepada Inter

Diungkapkan juga oleh Carlo Porceddu selaku hakim dalam kasus Calciopoli tersebut, bahwa Komisaris Luar Biasa FIGC saat itu, Guido Rossi, mendapatkan tekanan dari salah satu jajaran direksi Inter milan untuk memaksanya memberikan Scudetto kepada Nerazzuri, padahal harusnya Inter tak menerima apapun dan Juventus, memang layak juara saat itu.

Hakim Calciopoli Akui Salah Hibahkan Scudetto kepada Inter

Carlo Porceddu, salah satu nama besar dalam kasus legendaris Skandal Calciopoli yang mendapati Juventus sebagai tersangka utama di tahun 2006 silam. Dia adalah hakim dalam kasus tersebut, namun dalam pengakuan terbarunya, Porceddu mengaku telah melakukan kesalah besar dengan mencabut Trofi Scudetto milik Juventus kemudian dipersembahkan kepada Inter Milan.

Sebagai informasi, akibat kasus ini Bianconneri tak hanya mendapat hukuman didegradasi ke Serie B Italia, tapi Scudetto-nya di musim 2004/05 dan 2005/06 juga dicabut. Setelah Scudetto musim 2004/05 dibatalkan dengan tak ada pemenang, pada akhirnya Scudetto musim 2005/06 diberikan pada Inter yang pada musim itu finish sebagai juara ketiga, sementara Milan yang mejadi Runner Up terlibat kasus, maka dari itu mereka tidak mendapatkan hibah Scudetto.

Namun belum lama, hakim calciopoli, Carlo Porceddu, mengatakan bahwa harusnya, dia tidak mencabut Scudetto dari tangan Juventus, dan memberikan itu kepada Inter Milan. Dibeberkan bahwa Komisaris Luar Biasa FIGC saat itu, Guido Rossi, mendapati tekanan yang cukup besar dari salah seorang jajaran direksi Inter Milan.

“Mencabut Scudetto pada musim 2005/06 dari Juventus kemudian memberikannya ke Inter Milan adalah sebuah kesalahan yang amat serius, kami harus melihat lebih dalam untuk kasus pada penyelidikan itu. Kami yang berada di pengadilan federal harusnya membatasi sanksi untuk Bianconneri, bukannya mencabut scudetto mereka, karena bukti yang menguatkan itu tidak cukup”

“Kemudian, Komisaris Luar biasa saat itu dinominasikan sekelompok temannya yang mana salah satu dari mereka adalah bagian dari direksi Inter Milan. Scudetto lantas dicabut dan diberikan kepada Inter, dan menurut saya, itu merupakan sebuah kesalahan yang benar-benar serius” Kata Porceddu kepada L’Unione Sarda.

Share this post