Ditinggalkan Jose Mourinho , Drogba Menangis Tersedu

Ditinggalkan Jose Mourinho , Drogba Menangis Tersedu

Meski sekarang Jose Mourinho adalah manajer Manchester United, tapi faktanya pelatih asal Portugal sebelumnya pernah menangani Chelsea dalam dua periode berbeda. Nah, saat akan meninggalkan Stamford Bridge pada periode pertamanya, Mourinho rupanya membuat para pemain Chelsea menangis, terutama Didier Drogba yang sampai tidak bisa dihibur.

Ditinggalkan Jose Mourinho , Drogba Menangis Tersedu

Sebagaimana diketahui, Jose Mourinho memang menangani Chelsea dalam dua periode berbeda. Periode pertamanya berlangsung pada tahun 2004, setelah mengantarkan FC porto raih trofi Liga Champions Eropa saat itu. Di Chelsea, sebenarnya Mourinho terbilang cukup sukses, dimana manajer asal Portugal tersebut berhasil membawa The Blues menjuarai Premier League pada musim pertama dan musim keduanya.

Namun pada akhirnya The Special One meninggalkan Stamford Bridge pada tahun 2008, saat itu karena adanya perselisihan antara sang manajer dengan Presiden Klub Roman Abrahamovic. Nah, saat akan meninggalkan Chelsea, Mourinho lebih dulu mengucapkan salam perpisahan kepada para pemainnya di Ruang ganti.

Diungkapkan kemudian oleh Steve Sidwell, bahwa saat itu, hampir semua pemain Chelsea menangis, namun yang paling merasa sedih adalah Didier Drogba. Bahkan, ketika itu Drogba sampai tidak bisa dihibur karena merasa sedih harus ditinggalkan Mourinho.

“Jose (Mourinho) datang ke ruang ganti untuk menyampaikan salam perpisahannya dan memberi sedikit pidato soal betapa bangganya dia dan soal hubungan yang dia bangun dengan para pemain. Saya melihat sekeliling ruang ganti tersebut dan ada banyak air mata yang turun dari mata para pemain. Saya berbicara soal Didier Drogba, John Terry, Frank Lampard, sebut saja.”

“Tidak ada mata yang kering di ruangan tersebut. Drogba bahkan tak bisa dihibur. Dia (Mourinho) berkeliling dan dia memeluk setiap pemain satu per satu. Saya baru berada di sana selama empat atau lima bulan saat itu dan saya ingat berpikir, wow, ini sangat kuat,” tutup Sidwell.

Share this post