Diego Maradona Ragukan Kans Scudetto Napoli

Diego Maradona Ragukan Kans Scudetto Napoli

Legenda Besar Napoli, Diego Maradona, menyayangkan kegagalan bekas klubnya meraih poin penuh dalam pertandingan lanjutan Serie A Italia akhir pekan kemarin melawan Inter Milan. Satu angka yang hanya dipetik tim arahan Maurizio Sarri pun membuat sang legenda Argentina kembali meragukan kans mereka juga merengkuh scudetto musim ini.

Seperti diketahui, Napoli memang menjalani start yang begitu impressif pada kampanye musim 2017/18 ini, dengan serangkaian hasil memuaskan yang mereka catatkan. Tim arahan Maurizio Sarri juga tak terkalahkan sejauh ini, dan menempati puncak klasemen sementara dengan raihan 25 poin. Sementara Inter milan, berada tepat di bawah mereka dengan raihan 23 poin sejauh ini.

Kedua tim yang sama-sama bermain impressif di awal musim ini saling beradu kekuatan dalam pertandingan Giornata ke-9 Serie A italia akhir pekan kemarin. Namun, kedua tim harus puas hanya mengemas satu angka, seiring dengan skor kacamata yang didapat pada akhir laga. Karena hasil inilah, Maradona yang merupakan legenda Partenopei , yang sempat optimis dengan peluang timnya untuk mengakhiri dominasi Juventus, kini merasa ragu.

Menurutnya, Jika memang bertekad untuk merengkuh Scudetto, Napoli tak boleh lengah sedikitpun, dan tak boleh melewatkan peluang untuk mengemas poin penuh di tiap pertandingannya.

“Sebetulnya, Napoli perlu sekali waktu memahami bahwa ada poin-poin yang tidak boleh dilewatkan saat bermain di kandang, seperti menghadapi Inter. Anda perlu mengalahkan Inter, ini adalah pertandingan head-to-head dan itu lah cara untuk Anda meraih Scudetto, lalu Anda juga harus mengalahkan Verona.” ujar Maradona kepada Premium Sport di acara penghargaan Pemain Terbaik FIFA.

Namun demikian, pemilik gol tangan tuhan tersebut tetap senantiasa mendukung Maurizio Sarri dan pasukannya dalam mengarungi kampanye musim ini.

“Kami harap tahun ini jadi tahunnya kami. Namun, saya mengkhawatirkan soal skuat Napoli yang terbilang tipis, Dengan seluruh pertandingan yang telah dimainkan, para pemain hampir tidak pernah pulang ke rumah, mereka dituntut untuk selalu berkonsentrasi.”

Share this post