Bayern Munchen Sindir Habis Saga Transfer Neymar Jr

Bayern Munchen Sindir Habis Saga Transfer Neymar Jr

Banyak pihak yang menyambut baik saga transfer Neymar Jr menuju Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas ini, sebagaimana kepindahan sang pemain Brazil tersebut melibatkan uang yang teramat besar, 222 Juta Euro. Namun, tidak sedikit juga pihak yang justru mengecam, tinggiya kocek yang melibatkan transfer ini.

Bayern Munchen Sindir Habis Saga Transfer Neymar Jr

Seperti diketahui, Bintang berusia 25 tahun tersebut memang telah resmi meninggalkan Barcelona, setelah menjalani kurang lebih empat tahun sebagai pemain Raksasa Catalan dan memenangkan delapan trofi bergengsi diantaranya. Barcelona sendiri sebenarnya telah memperpanjang kontrak Neymar pada Oktober tahun lalu, dan menyematkan klausul pelepasan senilai 222 Juta Euro, karena merasa tidak ada tim yang mampu menebus klausul tersebut.

Akan tetapi, Paris Saint-Germain justru mampu menebus klausul tersebut tanpa melakukan tawar menawar untuk mendapatkan harga yang masih ‘masuk akal’. Karenanya, Neymar resmi menjadi pemain termahal sepanjang sejarah sepakbola, dengan nilai transfer yang besarnya dua kali lipat lebih dari Transfer tertinggi sebelumnya, saat Manchester United menebus Paul Pogba seharga 105 Juta euro dari Juventus pada musim panas tahun kemarin.

Manajer United, Jose Mourinho tidak melihat angka tersebut mahal, dia menilai wajar jika pemain berkualitas seperti Neymar, ditebus dengan harga setinggi itu. Tapi berbeda dengan Bayern Munchen, lewat CEO mereka, Carl Heinz Rummenigge, Die Roten mengecam transfer ini, dan baginya, lebih baik untuk membangun stadion baru ketimbang mendatangkan pemain semahal itu.

“Selama transfer Neymar, saya bertanya kepada diri saya sendiri, mana yang lebih penting: Neymar atau Allianz Arena. Saya harus katakan dengan jelas bahwa saya lebih memilih Allianz Arena yang menurut saya lebih penting.”

“Kami, Bayern Munchen, memiliki kewajiban untuk punya filosofi berbeda. Secara keseluruhan, transfer Neymar bahkan bisa lebih mahal daripada sebuah stadion. Kami tak ingin melakukannya [apa yang PSG lakukan]. Itu tak masalah, karena cara macam itu juga dipandang salah oleh publik dan pendukung kami,” tuturnya, seperti dikutip Reuters.

Share this post