4 Penjualan Termahal Dalam Sejarah Inter Milan

4 Penjualan Termahal Dalam Sejarah Inter Milan

Belakangan ini, Inter Milan tengah gencar mendaratkan sejumlah amunisi anyar untuk mengembalikan periode kejayaan mereka yang sempat buram dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, dulunya Inter merupakan salah satu klub terbaik Eropa, bahkan memenangkan treble winner di masa lalu. Tidak hanya itu, Inter Milan juga sempat mencatatkan penjualan termahal dalam sejarah mereka, dan berikut adalah para pemain yang berhasil memuncakki daftar tersebut.

4 Penjualan Termahal Dalam Sejarah Inter Milan

1. Zlatan Ibrahimovic

Inter Milan pernah mendapatkan servis Zlatan Ibrahimovic dari tangan Juventus pada tahun 2007 silam. Hanya dua tahun berselang, penyerang veteran asal Swedia tersebut kemudian direkrut Barcelona, dengan Inter Milan yang kemudian mendapatkan kocek segar sebesar 69,5 Juta Euro. Sayang, karir Ibra di Barcelona hanya bertahan setahun. Dia sempat membela Milan, PSG, sebelum kemudian merapat ke Manchester United pada musim panas tahun lalu.

2. Ronaldo

Setelah bersinar bersama dengan Barcelona, penyerang fenomenal asal Brazil ini hijrah ke Italia dengan membela Inter Milan. Bersama Nerazzurri, Ronaldo melalui lima tahun yang gemilang, sebelum kemudian memutuskan kembali ke La Liga Spanyol lagi, kali ini bersama Real Madrid. Ronaldo sendiri ditebus lewat banderol 45 Juta Euro oleh Los Blancos.

3. Mateo Kovacic

Inter Milan merekrut Mateo Kovacic dari Dinamo Zagreb pada tahun 2013. Pemain Kroasia itu kemudian berkembang pesat di Italia dan menjadi pemain penting Nerazzurri. Sayangnya, masalah Finansial Fair Play memaksa Inter harus melepas Kovacic dan sang pemain dijual ke Real Madrid pada tahun 2015. Sejak saat itu, Kovacic meraih kesuksesan besar di Santiago Bernabeu setelah memenangkan dua gelar Liga Champions.

4. Mario Balotelli

Dan yang terakhir adalah striker Bengal Italia, Mario Balotelli, sosok yang kini membela Klub Prancis tersebut ditebus Manchester City seharga 29,5 Juta Euro dari Inter Milan pada musim panas tahun 2010 silam. Karirnya bersama Citizen memang apik, namun sayang diwarnai dengan kenakalannya sendiri.

Share this post